Pusdiklat Paskhas (20/12). Kursus ini merupakan kursus lanjutan dalam upaya Korpaskhas untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme bagi prajurit Paskhas juga untuk membekali prajurit Paskhas agar dapat bertugas sebagai unsur dalam pertahanan udara dengan diberikan pengetahuan dan keterampilan di bidang pengoperasian senjata Penangkis Serangan Udara.

Hal tersebut disampaikan Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Paskhas Kolonel Psk Rolland DG. Waha pada Upacara Penutupan Pendidikan Penangkis Serangan Udara (PSU) angkatan V yang berlangsung di lapangan apel Satdik Hanud Pusdiklat Paskhas, Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung, jumat (20/12).

Kursus senjata Penangkis Serangan Udara (PSU) ini diikuti sebanyak 60 siswa yang berasal dari seluruh satuan jajaran Paskhas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dalam pendidikan ini, para siswa diberi pengetahuan dan keterampilan tentang pengoperasian senjata Penangkis Serangan Udara yang diantaranya Triple Gun, QW3, Smart Hunter dan Browning selama 3 bulan.

Danpusdiklat Paskhas berharap para mantan siswa PSU agar apa-apa yang telah diajarkan oleh para instruktur dan pelatih untuk terus diasah sehingga dapat menambah ilmu dan keterampilan sebagai bekal dalam melaksanakan tugas-tugas Korpaskhas maupun tugas bersama satuan TNI lainnya.

Danpusdiklat Paskhas menyampaikan penghargaan yang setinggi-tinginya kepada Komandan Satuan Pendidikan Hanud, para instruktur dan seluruh staf atas kerja keras serta dedikasinya dalam membina dan melatih, sehingga pendidikan dapat berjalan lancar sesuai dengan program kerja yang telah direncanakan.

Terpilih sebagai siswa terbaik Kursus PSU angkatan V yaitu Lettu Psk Ilham Maulana S dari Batalyon Komando 468 Paskhas Biak.