Bandung. Pendidikan ini pada dasarnya untuk membekali prajurit TNI AU profesi pasukan agar dapat bertugas sebagai petembak senjata bantuan dengan diberikan pengetahuan dan keterampilan di bidang menembak Senjata Bantuan baik Lintas Datar (Lintar) maupun Lintas Lengkung (Linkung) dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga - tenaga yang profesional siap pakai dan siap guna untuk menunjang tugas -tugas Korpaskhas pada khususnya dan TNI Angkatan Udara pada umumnya.

Hal tersebut disampaikan Komandan Pusdiklat Paskhas Kolonel Psk Rolland DG. Waha pada Upacara Penutupan Pendidikan Kursus Senban Lintas Datar (Lintar) dan Lintas Lengkung (Linkung) di lapangan Satdik Purrat Pudiklat Paskhas, Lanud Sulaiman, Bandung. Kamis (19/09).

Pendidikan Kursus Senjata Bantuan (Senban) ini diikuti oleh 60 siswa terdiri dari 30 siswa Senban Lintas Datar (Lintar) dan siswa Senban Lintas Lengkung (Linkung) dengan lama pendidikan 3 bulan. Berdasarkan hasil Rapat Sipelud diputuskan sebanyak 59 siswa lulus dan 1 siswa tidak lulus. Siswa terbaik Senban Linkung diraih oleh Praka Ponti Agus dari Batalyon 465 Paskhas sedangkan siswa terbaik Senban Lintar diraih Pratu Herry Apandi dari Kompi B BS Paskhas.

Danpusdiklat Paskhas mengharapkan kepada para mantan siswa agar ilmu pengetahuan yang sudah kalian peroleh dari lembaga pendidikan ini, dapat diterapkan dan dikembangkan serta di pelajari kembali pada setiap ada kesempatan latihan, dengan tetap mengutamakan aspek-aspek keselamatan dan keamanan kerja sebagai upaya untuk mempersiapkan diri dalam melaksanakan tugas di medan operasi yang sebenarnya, karena sebagai petembak senjata bantuan kalian dituntut mampu memberikan bantuan tembakan bagi pasukan kawan dalam rangka memenangkan suatu pertempuran.