Bandung. Kerja sama antara Tentara Nasional Indonesia dengan People Liberation Army Air Force (PLA AF) yang, telah kita rasakan manfaatnya, khususnya dalam upaya peningkatan kemampuan personil TNI Angkatan Udara Dan People Liberation Army Air Force (PLA AF) dalam melaksanakan latihan bersama. Terlihat dengan jelas Kesungguhan, semangat dan disiplin para peserta.

Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Sunaryo dalam sambutannya pada Upacara Penutupan Latihan Bersama TNI dengan PLA Airforce Cina di Appron PT. Dirgantara Indonesia Lanud Husen Satranegara, Bandung, baru-baru ini.

Latihan ini merupakan hal yang membanggakan, sekaligus merupakan bukti profesionalitas Angkatan Udara kedua negara karena terbukti walaupun banyak perbedaan yang terdapat dalam pelaksanaan prosedur operasi serta bahasa namun mulai dari awal dibuka sampai dengan berakhirnya kegiatan latihan semua dapat berjalan dengan baik. Tutur Wakasau.

Latihan bersama dengan sandi "Sharp Knife Airborne 2013" menjadi suatu momen penting guna menjalin hubungan persahabatan antara dua angkatan yang semakin erat. Latihan ini juga memberikan kesempatan berharga bagi para air crew, prajurit Paskhas dan personel lainnya untuk saling bertukar pengalaman dan meningkatkan saling pengertian melalui prosedur yang telah disepakati bersama. Tegas Wakasau.

Wakasau menjelaskan, latihan bersama TNI dengan People Liberation Army Air Force (PLA AF) melibatkan 2 helly dan 1 pesawat C-130 Hercules. Ini merupakan bukti keseriusan kerjasama yang baik antara angkatan udara kedua negara. Kerjasama ini pula yang menjadikan hubungan baik, tidak hanya antara angkatan udara, tetapi juga hubungan bilateral kedua negara.

Sementara itu Wakil Komandan Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Cina Marsekal Muda Chen Dong menyampaikan, di masa saat ini, situasi keamanan global semakin memperihatinkan sehingga latihan bersama ini sangat bernilai guna menjaga keamanan dan mempererat hubungan kedua negara.

Lebih lanjut disampaikan selama mengikuti masa latihan, peserta dari kedua negara saling hormat-menghormati, berkoordinasi, saling percaya dan belajar yang awalnya tidak kenal satu sama lain hingga akrab dan dapat berbaur menjadi satu sehingga berhasil menyelesaikan materi-materi latihan sulit yang membutuhkan keterampilan yang tinggi.

Dalam proses pelaksanaan latihan bersama, prajurit TNI telah menampilkan semangat perjuangan yang kuat dan sangat mengesankan. Pasukan peterjun Tentara Pembebasan Rakyat Cina telah belajar banyak dan memperoleh pengalaman yang sangat berharga dari Korpaskhas TNI AU. Tegasnya.

Marsekal Muda Chen Dong berharap latihan bersama ini dapat mendorong kerjasama militer dalam lingkup yang lebih luas.

Latihan yang berlangsung selama enam hari ini melibatkan sekitar 102 prajurit Paskhas dan 60 personil PLA Airforce, dengan menggunakan Pangkalan Udara Sulaiman dan Husen Sastranegara, Bandung.