Bandung. Dalam era sekarang sikap nasionalisme dan rela berkorban, yang telah diteladankan para pejuang, harus senantiasa terpatri di dada setiap generasi penerus anak bangsa. Implementasi dari sikap nasionalisme dan rela berkorban terhadap negara dan bangsa, diharapkan tidak sekedar wacana dan debat pendapat, namun harus nyata berupa kontribusi positif dalam pembangunan bangsa dan negara.

Hal tersebut ditekankan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI I.B. Putu Dunia dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Perencanaan Korpaskhas Kolonel Psk Eka Bagus LSP, pada Upacara Bendera Tujuh Belasan sekaligus memperingati ke-68 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di Lapangan Merah, Markas Komando Korpaskhas, Lanud Sulaiman, Bandung. Baru-baru ini.

Kasau melanjutkan, kemerdekaan Indonesia diraih dengan susah payah dan tiada henti, untuk mewujudkannya melalui pengorbanan nyawa, harta dan tetesan darah dari para patriot Tanah Air. Selain itu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia menunjukan bahwa perjuangan merebut kemerdekaan merupakan sikap solidaritas dan nasionalisme dari seluruh komponen bangsa sehingga arah perjuangan bangsa tidak bersifat kedaerahan.

Salah satu benang merah dari peristiwa Proklamasi Kemerdekaan adalah keberadaan jiwa nasionalisme dan rela berkorban demi tanah air dari para pejuang. Sebagai generasi penerus, kita wajib memberikan penghormatan yang tinggi terhadap para Founding Father dan pejuang bangsa, yang saat itu sudah memiliki semangat dan jiwa yang tulus dan rela berkorban. Lanjut Kasau.

Para komponen bangsa sepakat bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati yang tidak bisa ditawar, untuk itu kesepakatan tersebut harus tetap kita pegang sampai kapan dan dimana pun. Kita harus bertindak tegas jika ada wacana dan pemikiran yang menginginkan suatu daerah atau wilayah lepas dari keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tambah Kasau.

Kasau mengingatkan, sebagai anak bangsa kita merasa prihatin, ditengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara, masih ada komponen bangsa yang menginginkan daerah atau wilayahnya lepas dari NKRI. Untuk mengeliminir keinginan tersebut, harus ada langkah konkrit dari setiap komponen bangsa dalam tindakannya, bukan hanya sekedar wacana dan mementingkan kelompoknya. Dalam situasi apapun, semangat nasionalisme harus tetap tertanam dalam jiwa seluruh anak bangsa sehingga negara Indonesia tetap berdiri kokoh dan sejajar dengan bangsa lain.

Untuk itu, personil TNI Angkatan Udara harus senantiasa ingat kepada para pelopor, pejuang dan senior TNI Angkatan Udara yang telah meletakan dasar-dasar perjuangan Angkatan Udara. Kita harus meyakini bahwa apa yang telah dilakukan para pejuang, pelopor dan senior TNI Angkatan Udara tersebut adalah yang terbaik bagi Angkatan Udara. Tuturnya.

Kasau berharap, semangat patriotisme yang selama ini telah ditunjukan para pendahulu TNI Angkatan Udara dimasa lalu, jangan sampai luntur bagi generasi Angkatan Udara dimasa kini dan nanti. Semangat patriotisme ini harus menyertai setiap langkah seluruh generasi penerus Angkatan Udara yang diimplementasikan pelaksanaan tugas sehari-hari sesuai bidang profesinya masing-masing.

Munculnya perilaku ekstrim dan terorisme di wilayah Indonesia yang dilakukan sekelompok orang mengakibatkan terganggunya stabilitas nasional, karena selain meresahkan masyarakat dan mengakibatkan korban manusia, juga berdampak negatif terhadap Pemerintah Indonesia dalam skala internasional. Tegasnya. Tambahnya.

Kasau menegaskan, Terkait hal tersebut saya menekankan kepada seluruh Prajurit TNI Angkatan Udara dimana pun bertugas agar meningkatkan pengamanan alutsista serta instalasi militer di lingkungan masing-masing. Selain itu juga memperketat pengawasan personil serta mewaspadai ide-ide ekstrim sehingga anggota dan keluarga TNI Angkatan Udara terhindar dari pengaruh paham yang menyesatkan.

Fokus kebijakan TNI Angkatan Udara kedepan mengarah pada upaya pemantapan satuan untuk meningkatkan kesiapan operasional TNI Angkatan Udara. Oleh karena itu prioritas utama yang harus kita lakukan adalah upaya tercapainya kemampuan operasional yang optimal dari segenap satuan-satuan udara TNI Angkatan Udara serta mantapnya lembaga-lembaga pendidikan. Harapan kasau.

Upacara 17 Agustus yang dilaksanakan di Mako Korpaskhas diikuti oleh seluruh prajurit TNI Angkatan Udara Insub Lanud Sulaiman, yang tidak mengikuti kegiatan Upacara yang diselenggarakan propinsi Jawa Barat maupun Kabupaten.