Kepulauan seribu (12/11). Di awali dengan renang rintis dan menyelam pada aksi demontsrasi penutupan pendidikan kursus selam tempur angkatan ke-2 membuat para pelatih dan mantan siswa berbangga diri yang bertempat di pulau payung, kepulauan seribu. Kamis(12/11).


Komandan satuan pendidikan khusus mayor pas jhon h siregar menyampaikan ucapan selamat kepada para mantan siswa, karena telah berhasil menyelesaikan pendidikan kursus selam tempur dalam sambutannya pada upacara penutupan pendidikan kursus selam tempur angkatan ke-2 tersebut.

Dansatdiksus menambahkan bahwa pendidikan kursus selam tempur a-2 yang baru saja ditutup, merupakan suatu pendidikan kursus yang bergensi untuk prajurit paskhas, dikarenakan sungguh tidak gampang dan mudah untuk mengikutinya, para mantan siswa harus berbangga hati karena telah dapat melewati pendidikan selam tempur ini. Dimana materi pelajaran baik teori maupun praktek lapangan yang cukup padat dapat diikuti dengan baik.


Dengan berakhirnya pendidikan selam tempur ini, bukan berarti berakhirnya proses belajar dan berlatih. Akan tetapi, ini merupakan momentum awal bagi kalian dalam meningkatkan kemampuan, keahlian dan keterampilan sehingga predikat sebagai prajurit komando akan sesuai dengan jiwa kalian yang selalu siap bertugas dimanapun, kapanpun, dan dalam keadaan apapun. Tegas komandan satuan pendidikan khusus.

Diakhir sambutannya, Dansatdiksus berpesan kepada seluruh mantan siswa selam tempur “kalian bekerja dan berjuang atas kepentingan rakyat, bangsa dan negara, mendahulukan kepentingan dinas diatas kepentingan pribadi, harus senantiasa terus tertanam dalam hati sanubari para Prajurit”.


Pada pendidikan kursus selam tempur ke-2 ini, sebanyak 20 prajurit berhasil lulus semua, dimana pendidikan tersebut berlangsung selama 60 hari, dengan jumlah pelajaran 360 jam pelajaran. Dari seluruh siswa selam tempur, letda tek M.Anugrah dari satuan mako korpaskhas terpilih sebagai siswa terbaik dan berhak mendapatkan Thropy.