Bandung. Para prajurit Paskhas dalam melaksanakan tugas nantinya jaga nama baik Korpaskhas jangan melakukan tindakan yang menjurus pada tindakan yang merugikan diri sendiri maupun satuan, yang pada akhirnya akan merusak citra dan nama baik Korpaskhas dan TNI Angkatan Udara umumnya di mata masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Komandan Korpaskhas Marsekal Muda TNI Amarullah pada saat pelaksanaan Apel Embun Korpaskhas pelepasan dan pengantar tugas bagi Prajurit Korpaskhas yang akan menuju tempat tugas yang baru yang dilaksanakan, di Halaman Monumen Kusuma Bangsa Korpaskhas, Lanud Sulaiman, Bandung. Kamis (30/05).

Apel embun merupakan apel luar biasa yang menjadi tradisi “Korps Baret Jingga” yang dilaksanakan dan diperuntukan bagi prajurit Paskhas yang telah menyelesaikan  pendidikan komando,  serta akan menuju dan melaksanakan tugas ke tempat tugas baru di satuan jajaran Paskhas,  juga merupakan sarana dalam rangka upaya pembinaan tradisi kejuangan sekaligus memupuk jati diri prajurit Paskhas agar tidak luntur atau mengendor karena berbagai pengaruh lingkungan serta kemajuan jaman yang terus berkembang sekarang.

Dengan melihat kembali sejarah,  sebagai cikal bakal lahirnya Korpaskhas, dimana 13 prajurit TNI Angkatan Udara melaksanakan penerjunan lintas udara pertama di Indonesia di Kutawaringin, Kalimatan Timur, dalam rangka membantu dan mengobarkan semangat juang rakyat Kalimatan untuk melawan penjajah Belanda, yang dilaksanakan pada dini hari di mana di ufuk timur terpancar dengan jelas pancaran sinar berwarna jingga tanda akan masuknya pagi hari.

Dengan dasar sejarah tersebut warna baret Korpaskhas menggunakan warna jingga. Warna jingga merupakan perpaduan antara dua warna berbeda yaitu Merah dan Kuning campuran dari dua warna tersebut menjadi warna jingga,  merah memiliki arti keberanian dan Kuning memiliki arti kejujuran dan keluhuran budi, Jadi warna Jingga yang digunakan prajurit Paskhas memiliki arti dan makna bahwa prajurit Paskhas dalam melaksanakan tugasnya mempunyai jiwa yang berani dan kerelaan berkoban yang didukung dengan kejujuran hati sementara warna hitam yang melingkar sebagai pembatas bermakna keteguhan hati.

“Jati Diri” sebagai prajurit komando harus terpatri dalam jiwa dan sanubari para prajurit Paskhas, dimanapun berada dan bertugas nanti, sesuai dengan makna dan arti dari warna jingga pada baret yang kita gunakan adalah prajurit Korpaskhas mempunyai jiwa keberanian dan jiwa kerelaan berkorban yang didukung dengan kejujuran hati yang mantap, bersumber kepada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI dan 12 Ciri Prajurit Komando.

Apel dilaksanakan di halaman ”Monumen Kusuma Bangsa Korpaskhas” dimana pada bagian dinding tembok tertulis nama-nama Kusuma Bangsa para prajurit PGT, Kopasgat atau yang dikenal dengan nama Korpaskhas sekarang.  Para prajurit tersebut gugur dalam membela tetap berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadikan mereka sebagai figur dan suri tauladan bagi prajurit. Negara tidak mengharapkan kalian gugur dan meninggal karena hal yang sia-sia dan memalukan, akan tetapi negara akan bangga kalau para prajurit gugur dalam membela kebenaran atau sedang melaksanakan tugas negara.

Hadir pada Kesempatan tersebut Wakil Komandan Korpaskhas, Para pejabat Korpaskhas, para Perwira, Bintara dan Tamtama Markas Komando Korpaskhas.