Malang (10/2). Dalam suatu Operasi Militer Gabungan dibutuhkan Interoperability antara unsur di pesawat di udara dan unsur pasukan di darat. Agar Interoperability dapat terjalin dengan baik sehingga operasi militer dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan direktif dari Komando Atas, maka harus selalu dilatihkan kerjasama diantara kedua unsur tersebut.

Keberhasilan dari suatu Operasi Militer Gabungan sangat ditentukan oleh dukungan dari kekuatan Udara. Implementasi dari kekuatan udara tersebut ada dalam Operasi Udara Lawan Darat yang mana bantuan tembakan udara/Close Air Support dari pesawat-pesawat tempur TNI-AU yang akan menghancurkan kekuatan darat musuh yang menghalangi pergerakan pasukan kawan dalam Operasi Darat Gabungan maupun Operasi Amphibi.

Agar bantuan tembakan udara/Close Air Support dapat tepat sasaran dan tidak terjadi friendly fire atau Collateral Damage maka pesawat tempur akan diarahkan oleh tim JTAC (Joint Terminal Attack Control) di darat. Tim JTAC Detasemen Matra 2 Paskhas agar selalu siap operasi dan kemampuanya tetap terjaga maka Tim JTAC Detasemen Matra 2 Pakhas melaksanakan Latihan Proficiency Ground Forward Air Controller yang di Combine dengan Latihan Close Air Support Pesawat EMB-314 Super Tucano Skadron Udara 21 Lanud Abd Saleh. Latihan ini diikuti oleh 10 personil Tim JTAC Matra 2 Paskhas di bawah pimpinan Pasi Ops Denmatra 2 Paskhas Kapten Pas Rommy Grestayuda Sine, yang dilaksanakan selama 4 hari dari hari Senin tanggal 10 Februari 2020 sampai dengan hari Kamis tanggal 13 Februari 2020 di Malang Selatan Area.