JAKARTA, YONKO 461 PASKHAS - Jahe merah merupakan tanaman rimpang yang sangat terkenal di kalangan rempah-rempah dan bahan obat. Rimpang yang dimilikinya berbentuk jemari yang menggelembung di ruas-ruas tengah. Tanaman ini dapat dimanfaatkan ke dalam beberapa olahan yang berbeda di setiap negara. Tanaman jahe merah selama ini sangat banyak dibutuhkan masyarakat, karena jahe merah merupakan tanaman yang mempunyai kandungan antioksidan yang cukup tinggi dan berfungsi untuk mencegah kerusakan sel-sel dalam tubuh, sehingga dapat membantu sistem kekebalan tubuh dari serangan virus atau bakteri. Terlebih saat menghadapi bahaya virus Corona saat ini. Rabu 24 Februari 2021.


Dalam rangka mendukung program pemerintah tentang ketahanan pangan, Batalyon Komando 461 Paskhas melaksanakan budidaya Jahe Merah di lahan yang kosong sebanyak 3000 polybag. "Konsep awal dari penanaman jahe merah sistem polybag ini selain untuk mendukung program pemerintah adalah untuk memberi terobosan kepada petani jahe merah yang tidak memiliki lahan yang luas tetapi dapat menanam dan menghasilkan hasil panen yang melimpah, serta dapat di ekspor dan berkontribusi dalam menyumbang devisa negara." Atensi Komandan Batalyon Komando 461 Paskhas Letnan Kolonel Pas Helmi Ardiyanto Nange. S.E., M.M.


Umur jahe merah yang ditanam saat ini sudah berjalan 7 bulan yang berarti sudah memasuki persiapan masa panen. Hasil panen tersebut sebagian akan diekspor sebagai sample ke berbagai Negara dengan harapan dapat menjadi peluang usaha ekspor untuk masyarakat Indonesia terutama masyarakat sekitar Batalyon Komando 461 Paskhas. Semoga dengan kegiatan ini dapat memotifasi kepada para petani Indonesia untuk lebih bersemangat lagi untuk meningkatkan hasil pertanian Indonesia, terutama rempah-rempah yang selama ini selalu menjadi perhatian dari berbagai Negara.