Wing II


KEDUDUKAN

Wing II Pasukan Khas, disingkat Wing II Paskhas adalah satuan pelaksana operasi Korpaskhas yang berkedudukan langsung di bawah Dankorpaskhas.

TUGAS

Wing II Paskhas bertugas membina kesiapan dan melaksanakan tugas operasi beserta jajarannya dalam pertahanan pangkalan/alutsista/instalasi TNI Angkatan Udara, pengendalian pangkalan udara depan, pengendalian tempur, dan SAR tempur serta operasi lain sesuai kebijakan Panglima TNI.

SEAJRAH

Pada masa Komando Pertahanan Angkatan Udara (KOPPAU) yang dibentuk berdasarkan keputusan Men/Pangau Nomor 159 tanggal 15 Oktober 1962, terdapat dua macam pasukan yakni Pasukan Pertahanan Pangkalan (P3). Dengan adanya dua macam pasukan ini menimbulkan problema, baik bidang tugasnya maupun di bidang pembinaan dan pengendalian disa,ping problema lain yaitu meletusnya pemberontakan G30SPKI yang merupakan tragedi nasional dan akibatnya bukan saja mengggoncangkan terhdap sendi kehidupan bangsa dan negara, tetapi juga organisasi KOPPAU, karena beebrapa oknum pasukan ikut terklibat. Untuk mengatasi berabagai problem tersebut maka lewat seminar pasukan yang digelar oleh pimpinan pasukan tanggal 11 sampai 16 April 1966, dan akhirnya terbentuklah satu pasukan di AURI yang otonom ialah Komando Pasukan Gerak Tjepat (KOPASGAT) yang disahkan oleh Men/Pangau berdasarkan keputusan nomor 45 tahun 1966 tanggal 17 Mei 1966. Kopasgat membawahi resimen : Resimen I Pasgat berkedudukan di Lanud Husein Bandung, Resimen II Pasgat berkedudukan di Jakarta dan Resimen III berkedudukan di Surabaya. Namun kemudian, nama Resimen III Pasgat diganti dengan Wing II Pasgat berdasarkan surat keputusan Kasau nomor 57 tahun 1970 tanggal 1 Juli 1970.

Berdasarkan keputusan Kasau nomor : Kep/22/III/1985 tanggal 11 Maret 1985, Komando Pasukan Gerak Tjepat (KOPASGAT) berubah menjadi Pusat Pasukan Khas TNI AU (PUSPASKHASAU) yang terdiri atas Markas Pusat Pasukan Khas (MAPUSPASKHASAU) dan satu Depo Diklat. Sedangkan satuan-satuan pelaksana yaitu 6 skadron (Batalyon) Paskhas dan 4 flight (Kompi) Paskhas BS, berada dibawah Komando Operasi TNI AU (Koopsau I dan Koopsau II) yang mealaui perjalaan perkembangan cukup panjang, eksistensi, tugas, fungsi dan peran satuan-satuan Paskhasu dalam sistem operasi udara pada khususnya, diyakini semakin nyata dan sangat relevan. Oleh karena itu, seiring dengan penyempurnaan organisasi TNI atau TNI AU, berdasarkan surat keputusan Kepala Staf TNI AU nomor : Skep/09/VII/1997 status Puspaskhasau ditingkatkan dari badan pelaksana pusat (BALAKPUS) menjadi komando utama pembinaan (Kotamabin), sehingga sebutan Puspaskhasu berubah menjadi Korps Pasukan Khas Angaktan Udara (Korpaskhas) sampai sekarang.

Dalam rangka validasi dan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi oraganisasi TNI AU, sesuai tuntutan perkembangan Korps Paskhas yang selama ini dirasakan kurang terbina dengan baik dan jelas dukungannya khususny satuan-satuan paskhas yang berada dibawah lanud setempat, maka berdasarkan surat keputusan Kasau nomor : Skep/73/III/1999 tanggal 24 Maret 1999 Wing II Paskhas kembali dibentuk dan pimpinan Korps Paskhas saat itu mempercayakan kepada Kolonel Pasukan John Ferry Rumawatine sebagai pemegang tongkat komando sebagai Komandan Wing II Paskhas untuk melaksanakan pembinaan kemampuan dan kekuatan unsur-unsur Paskhas yang ada di jajarannya dan langsung berada dibawah Korpaskhasu, yang sementara bermarkas di Malang berdampingan dengan markas skadron 464 Paskhas ABD. Wing II Paskhas saat itu sebagai satuan pelaksana Korpaskhas membawahi :

1. Skadron 463 Paskhas berkedudukan di Lanud IWY Madiun

2. Skadron 464 Paskhas berkedudukan di Lanud ABD Malang

3. Skadron 466 Paskhas berkedudukan di Lanud HSN Makassar

4. Flight E BS Paskhas berkedudukan di Lanud ADI Yogyakarta

5. Flight F BS Paskhas berkedudukan di Lanud Manuhua Biak

Sebagai satuan operasional Paskhas setingkat Wing, Wing II Paskhas pada saat terbentuknya pada tanggal 23 September 1999 belum memiliki markas sendiri sehingga masih bergabung atau menumpang disalah satu gedung batalyon 464 paskhas. Pada tahun yang sama maka diajukan pembangunan markas Wing II Paskhas dengan mengajukan alokasi kepada Komandan Lanud ABD saat itu (Marsma TNI Tumio). Komandan Lanud Abdulrahman Saleh memberikan ijin untuk tanah di daerah Dengkol yang saat itu masih dalam status sengketa agraria denga masyarakat Dengkol yang mengklaim kepemilikan tanah tersebut. Melalui proses banding di persidangan pengadilan negeri Kabupaten Malang hingga proses Kasasi di tingkat Mahkamah Agung, maka kepemilikan tanah dimenangkan oleh TNI AU.

Pada bulan Mei 2004, mulailah pengerjaan pembangunan markas Wing II Paskhas diatas tanah seluas 1 hektar dengan proyek pengadaan terpusat melalui proses lelang yang dimenangkan PT. Shanti Surabaya, pembangunan markas Wing II Paskhas dilaksanakan memalui tiga tahap, tahap pertama dibangun kantor Komandan Wing, kantor staf, gudang senjata dan amunisi dan selter ranmor. Tahap kedua dibangun tahun berikutnya berupa aula, barak remaja, selter ranmor, dan pada tahap ketiga dibangun pagar keliling dan kantor kamar sandi. Dengan selesainya pembangunan tahap pertama, maka pada tanggal 3 Februari 2005, markas Wing II Paskhas diresmikan penggunaannya oleh Komandan Kropaskhas (Marsma TNI I Putu Sulatra). Sehingga secara resmi mrkas Wing II paskhas yang semula menumpang di salahsau gedung di Batalyon 464 paskhas dengan diresmikannya markas baru maka Komandan Wing II Paskhas beserta staf telah menempati markas baru sampai saat ini.

Seiring dengan perkembangannya didalam menjawab tantangan tugas dan juga kebutuhan organisasi, maka pada tanggal 6 April 2005 diresmikan flight D BS Paskhas oleh komandan Korpaskhas pada saat itu Marsma I Putu Sulatra yang merupakan tindak lanjut dari keputusan Kasau nomor : Kep/13/IV/2004 tanggal 1 April 2004 tentang pemindahan kedudukan flight paskhas berdiri sendiri, tercantum dalam pasal 1, yang isinya memindahkan kedudukan flight D Paskhas BS dari Lanud Supadio Pontianak ke Lanud Eltari Kupang, sehingga kekuatan jajaran Wing II Paskhas bertambah dengan diresmikannya flight D BS Kupang dan sebagai komandan light D BS Paskhas pertama adalah Kapten Pasukan Agus Triono.

Berdasarkan telegram Dankorpaskhas dengan nomor T/784/2008 tentang penyempurnaan POP Korpaskhas tanggal 7 Oktober 2008, maka terjadi perubahan penyebutan nama-nama kesatuan setingkat skadron dan flight. Kesatuan Paskhas yang semula dengansebutan Skadron Paskhas menjadi Btalyon paskhas, demikian juga satuan dibawah skadron yang semula adalah flight menjadi kompi sehingga seluruh satuan dibawah Wing II Paskhas setelah mengalami perubahan dalam penyebutan menjadi nama kesatuan dan setelah mengalami likuidasi kompi F menjadi Batalyon 468 adalah sebagai berikut :

1. Batalyon 463 Paskhas berkedudukan di Lanud IWY Madiun

2. Batalyon 464 Paskhas berkedudukan di Lanud ABD Malang

3. Batalyon 466 Paskhas berkedudukan di Lanud HSN Makassar

4. Batalyon 468 Paskhas berkedudukan di Lanud Manuhua Biak

5. Kompi D BS Paskhas berkedudukan di Lanud Eltari Kupang

6. Kompi E BS Paskhas berkedudukan di Lanud ADI Yogyakarta