Biak (14/9). Dinamika tugas satuan yang silih berganti memacu satuan untuk berpikir kreatif dalam memecahkan keterbatasan sarana yang dimiliki, terinspirasi pemikiran yang sangat sederhana “Bagaimana mewujudkan sebuah kebersihan dan keindahan satuan tanpa melibatkan banyak peran manusia dengan proses pembiayaan yang minimal”, bermodalkan kemampuan teknik yang sangat terbatas dilandasi semangat yang tinggi tidak menyurutkan semangat Sarotama untuk terus memacu kinerja satuan dalam mencapai efektifitas kerja yang tinggi.

Dalam waktu satu bulan dan melalui proses uji coba yang terus menerus akhirnya mampu mengoptimalkan sebuah Mesin Pemotong Rumput sebagai jawaban atas permasalahan yang dihadapi satuan, kondisi satuan yang memiliki area terbuka dan cukup luas harus mendapatkan perhatian khusus dalam mewujudkan sebuah satuan yang bersih dan rapi serta membutuhkan waktu ± 3 hari dan tenaga yang banyak setiap minggunya, namun dengan terciptanya mesin pemotong rumput ala Sarotama, dalam waktu satu hari mampu mewujudkan satuan yang bersih dan rapi dalam seminggunya.

Kondisi tersebut berdampak pula pada pembinaan satuan, personel dapat focus dalam menjalan kan pembinaan latihan dikarenakan kebutuhan operator hanya 1 orang, penghematan BBM pun dapat ditekan hingga 75%, dengan mengoperasionalkan 6 mesin pemotong rumput dalam sekali fase menyedot BBM hingga 20 liter bahkan terkadang lebih, namun dengan menggunakan peralatan yang baru hanya membutuhkan 4 liter saja dan usia mesin pemotong rumput yang dimiliki satuan di perkirakanakan semakin lama karena hanya membutuhkan 2 mesin pemotong yang sebelumnya 6 mesin harus beroperasional maksimal selama seminggu berturut-turut.

Modifikasi yang dilakukan cukup sederhana dan dapat dirakitsen diriantara lain  tempat dudukan mesin dan rangkaian penarik, memperpanjang pisau potong menghasilkan area pemotongan semakin luas yang kesemuanya hanya membutuhkan biaya berkisar Rp 450.000,- sehingga langkah ini mungkin akan sangat membantu satuan jajaran Korpaskhas yang memiliki area satuan cukup luas dalam mewujudkan kebersihan dan kerapian satuan, sehingga personel satuan dapat melaksanakan pembinaan latihan dengan maksimal dan akan menambah tingkat kesiapan operasi prajurit Paskhas.