Berita

Posted on July 12, 2017

Dankorpaskhas Meninjau Penembakan Rudal Chiron Oerlikon Skyshield

Makassar (12/7). Korps Paskhas TNI Angkatan Udara terus melakukan pembinaan dan latihan terhadap prajuritnya terkait dengan penggunaan Alat Utama Sistem Persenjataan (Autsista) yang ada, diantaranya gelar latihan penembakkan senjata jenis Rudal Chiron dan Meriam Oerlikon Skyshield serta rudal QW3 yang merupakan Alutsista berkemampuan dalam pertahanan udara titik yang digunakan Korpaskhas dalam berbagai kegiatan latihan yang digelar Korpaskhas dan TNI Angkatan Udara.

Kegiatan latihan penembakkan rudal chiron oleh Korpaskhas merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menguji satuan Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) Paskhas, atas kesiapan para prajuritnya dalam mengawaki alutsista yang ada, sekaligus menguji sejauh mana daya serap para prajurit setelah mendapatkan pendidikan baik dari produsen pembuat alutsista tersebut terlebih lagi pendidikan yang yang ditempuh dalam lembaga pendidikan Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Paskhas.

Dalam kegiatan latihan ini Rudal Chiron dan Meriam Oerlikon Skyshield, yang memiliki berkemampuan dalam operasi pertahanan udara titik yang dimiliki Korpaskhas, selain senjata tersebut juga dilaksanakan penembakkan Rudal QW 3 yang sudah dimiliki sebelumnya oleh Korpaskhas.

Adapun spesifikasi kedua Alutsista tersebut Oerlikon Skyshield MK 2 merupakan senjata meriam Penangkis Serangan Udara (PSU) dengan kaliber 35 mm yang terintegrasi dengan Radar (sensor unit), dan Command Post. Senjata ini mampu menangkis atau dapat melumpuhkan pesawat, misile, Roket dan Mortar sebelum mencapai sasaran.

Terkait dengan uji coba alutsista terbaru TNI AU buatan Korea Selatan ini, Korpaskhas Angkatan Udara telah melakukan koordinasi dengan Makassar Air Traffic Service Center, kantor cabang Airnav Indonesia di Makassar, telah mengumumkan Notam (Notice to Airman) pada seluruh operator penerbangan terkait dengan adanya latihan peluncuran rudal oleh Denhanud 472 dengan radius 30 kilometer dan jarak luncur sekitar 33.000 kaki dari atas permukaan laut di wilayah Bulukumba.

GM MATSC Novy Pantaryanto dalam rilisnya menyebutkan pihaknya telah mempublikasikan Notam yang berisi informasi perubahan dari fasilitas penerbangan, pelayanan, prosedur, dan potensi bahaya yang harus diketahui operator penerbangan berdasarkan pengajuan data mentah terkait dengan pelayanan lalu lintas udara di wilayah Airnav Makassar oleh pihak TNI AU.

Penerbangan yang dialihkan diantaranya pesawat Wings Air rute domestik Makassar-Selayar, pesawat Susi Air rute domestik Selayar-Kendari, dan pesawat Silk Air rute internasional Singapura-Dili. Seluruh pesawat diimbau agar tidak melintas di koordinat yang dimaksud dengan jarak radius 30 kilometer.

Rombongan Dankorpaskhas Marsda TNI T. Seto Purnomo diterima langsung oleh Pangkoopsau II Marsda TNI Yadi Indrayadi S,M.S.S., beserta Danlanud Hasanuddin Marsma TNI Bowo Budiarto S.E., di Appron Lanud Hasanuddin Makassar, Rabu (12/7).

Turut dalam rombongan Inspektur Korpaskhas Kolonel Pas Anis Nurwahyudi, Danwing II Paskhas Kolonel Pas Ari Ismanto, para Asisten dan Kabalak Korpaskhas.

Dankorpaskhas beserta rombongan rencananya akan langsung mengunjungi daerah PPI Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan yang akan dijadikan tempat pelaksanaan uji coba penembakan rudal Chiron dan Meriam Oerlikon Skyshield serta rudal QW3.



Prev : Upacara Penyerahan Piagam Juara Lomba Lari 10 KM Next : Yonko 464 Paskhas Ikuti Karya Bhakti TNI-Polri